Tiga bom itu meledak di Gereja Katolik Santa Maria Tak BerÂcela, kedua di Gereja Kristen InÂdonesia (GKI) Jalan Diponegoro dan ketiga di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS).
Peristiwa tersebut menewasÂkan 11 orang dan 41 orang terÂluka. Pihak kepolisian siaga dan beberapa keamanan di kota-kota besar makin ditingkatkan.
"Kami mengutuk terorisme di manapun," cuitan Duta Besar InÂggris untuk Indonesia Moazzam Malik, lewat akun Twitternya. Dia menegaskan, terorisme tidak dibenarkan di agama mana pun.
"Turut berduka cita atas jatuhÂnya korban teror terhadap umat Kristen di Surabaya. Doa kami menyertai keluarga korban, semoga diberikan kesabaran," sambungnya. Dia juga mengajak semua pihak di Indonesia berÂsatu melawan terorisme.
Pemerintah Inggris pun menÂgeluarkan travel advice untuk warganya.
Pemerintah Inggris lewat webÂsite resmi pemerintahannya, gov.uk mengeluarkan travel advice untuk mengimbau warganya yang sedang berada di Indonesia untuk lebih berhati-hati.
Begitu juga Pemerintah AmerÂika Serikat melalui Kedutaan Besar di Jakarta mengutuk seÂrangan bom kemarin.
"Amerika Serikat mengutuk keras serangan terhadap tiga gereja di Surabaya pagi hari ini (keÂmarin)," pernyataan pada website resmi Kedutaan Besar AS.
Pemerintah AS memandang bahwa serangan kepada jemaat yang sedang beribadah mencedÂerai toleransi dan keberagaman yang dijunjung rakyat Indonesia.
"Amerika Serikat berdiri berÂsama rakyat Indonesia dan kami mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluÂarga korban," pernyataan itu lagi.
Kedubes AS juga meminta warganya yang berada di SuraÂbaya untuk meningkatkan keÂwaspadaan serta tidak mengunÂjungi lokasi keramaian untuk sementara waktu.
Hal senada disampaikan Duta Besar Denmark untuk Indonesia Rasmus Abdilgard Kirstensen. DaÂlam akun Twitternya dia meminta warganya untuk selalu waspada dan saling memperbarui lokasi sahabat.
"Sejauh ini tidak ada kabar ada warga Denmark yang menjadi korÂban. Selalu jaga diri dan berhati-hati," imbau Dubes Kristensen.
Dubes Kristensen juga tidak lupa menyampaikan ucapan bela sungkawa terdalam pada keluarga korban.
"Ini bukan tindakan yang dibenarkan siapa pun. Tidak ada," tegasnya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend juga menyampaikan kesedihannya mendengar kabar duka ini.
"Kami turut berduka pada korÂban ledakan bom di gereja #SuraÂbaya. #UEmengutuk segala benÂtuk terorisme. Kami selalu dukung Indonesia memerangi terorisme," kicau Dubes Guerend di Twitter.
Empati juga datang PemerinÂtah Rusia. Negeri Beruang Merah itu juga menyampaikan ucapan bela sungkawa. Duta Besar RuÂsia untuk Indonesia Lyudmila Vorobyeva meminta warga Rusia untuk berhati-hati jika berada di kawasan keramaian.
"Kami mengikuti berita (tentang serangan bom di Surabaya). MenÂgenai hal itu, tidak ada larangan perÂjalanan travel ke Surabaya khususnya atau Indonesia umumnya sementara ini," ujar Dubes Vorobyeva.
Saat ini pihaknya masih terÂus memantau dan mengikuti perkembangan situasi di SuraÂbaya sambil menunggu daftar korban yang dirilis untuk memasÂtikan tidak ada warga Rusia yang menjadi korban dalam peristiwa serangan bom tersebut. ***
BERITA TERKAIT: