Pertumbuhan ekonomi yang positif itu terjadi di tengah ketegangan potensi perang dagang dengan Amerika Serikat (AS). Kekhawatiran perang dagang tampaknya tidak terlalu mempengaruhi China. Sejak awal 2018, kekhawatiran perang dagang antara AS dan China meningkat tajam, setelah kedua negara saling mengumumkan rencana menerapkan tarif impor baru. Akan tetapi, ancaman tarif impor itu tidak mempengaruhi kegiatan ekonomi.
Tingkat pertumbuhan ekonomi China pada kuartal I Januari-Maret ini sama dengan semester II 2017. Pencapaian ini juga melebihi target yang dipatok pemerintah China sebesar 6,5 persen sepanjang 2018. Tingkat pertumbuhan ekonomi itu tentu akan membuat iri negara maju seperti AS. Sejumlah data menunjukkan bahwa ketahanan ekonomi Cina ini dibantu oleh menguatnya permintaan konsumen. China pun menduduki peringkat dua negara dengan ketahanan ekonomi terkuat di dunia.
Sekalipun begitu, kekhawatiran tentang ekonomi China, termasuk meningkatnya tingkat utang, tetap ada. Pemerintah telah berjuang untuk menahan utang yang membengkak dan gelembung perumahan -yang ditandai melonjaknya harga perumahan akibat meningkatnya permintaan-tanpa mengganggu pertumbuhan ekonomi.
Keadaan akan semakin sulit bagi China. Selain potensi kekhawatiran akibat perang dagang dengan AS, China hadapi tekanan dari upaya pemerintah untuk mengurangi risiko sistem keuangan dan menutup pabrik yang tidak efisien dan berpolusi.
Amy Zhuang, ekonom China di Nordea Bank di Singapura menggambarkan angka pertumbuhan kuartal pertama sebagai pencapaian yang "solid". Namun, dia juga mengatakan ada tanda-tanda bahwa momentum positif melemah, kemungkinan karena pasar perumahan yang "dingin".
Bo Zhuang, ekonom China di perusahaan riset TS Lombard mengatakan kepada
BBC bahwa pertumbuhan ekspor adalah risiko pertumbuhan teratas pada 2018. Karena itu, angka pertumbuhan China hingga 2018 akan diawasi dengan ketat untuk setiap dampak tarif yang diusulkan oleh AS
Sementara itu, Julian Evans-Prtichard, pengamat ekonom Cina di Capital Economics, mengatakan angka pertumbuhan ekonomi Cina harus disikapi dengan seksama dan hati-hati, apalagi tumbuh stabil dalam beberapa tahun terakhir. "Walau kami tidak berpendapat ekonomi Cina tumbuh pesat sesuai dengan angka resmi yang diumumkan, ada bukti meluas bahwa pemulihan di bidang industri mencegah anjlok yang terlalu besar pada kuartal berikut," tuturnya. ***
BERITA TERKAIT: