Menurutnya, bantuan tersebut memberikan semangat bagi perjuangan rakyat Palestina untuk merebut kemerdekaan.
"Di tengah konflik peperangan yang belum juga selesai, bantuan kemanusiaan dari Kwarnas Gerakan Pramuka tentu membawa spirit bagi mereka untuk terus berjuang merebut kemerdekaan," ujar Andy di Amman, Yordania, sebagaimana rilis Kwarnas Gerakan Pramuka yang diterima redaksi, Rabu (31/1).
Semangat itu lantaran rakyat Palestina semakin yakin banyak negara terus menyatakan dukungannya untuk mereka, termasuk Indonesia yang sejak dulu konsisten mendukung kemerdekaan rakyat Palestina.
"Setiap bantuan yang datang dari Indonesia jangan dilihat besar kecilnya, tapi komitmen kita untuk terus mendukung kemerdekaan rakyat Palestina," jelasnya.
Menurut dia, kerja nyata Pramuka tidak hanya dirasakan oleh masyarakat Indonesia, tetapi juga dunia internasional.
"Sekali lagi saya mewakili warga Indonesia yang berada di Yordania menyampaikan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan Kwarnas Gerakan Pramuka dalam membantu para pengungsi Palestina. Ini adalah waktu yang tepat untuk membantu mereka di tengah keadaan yang cukup sulit karena menghadapi musim dingin," tandasnya.
Kwarnas Gerakan Pramuka mengutus Andalan Nasional Urusan Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana (Abdimasgana) Eko Sulistio untuk melakukan misi kemanusiaan di Yordania sampai akhir Januari 2018. Eko sudah berada di negara itu selama dua minggu. Ia dibantu Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) di Yordania.
Distribusi bantuan yang dilakukan Eko sudah menembus tiga lokasi. Pertama, bantuan disalurkan bersama Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (HPMI) di Yordania untuk para pengungsi Suriah di kamp-kamp Albayt, Provinsi Mafraq, Yordania. Di sana, Eko memberikan bantuan kepada 200 kepala keluarga.
Kedua, distribusi bantuan beralih ke daerah Almasrouf, yakni daerah yang berbatasan langsung dengan Suriah. Wilayah perbatasan hanya berjarak 5 km atau 10 menit bila ditempuh dengan berjalan kaki. Di sana, Eko memberikan bantuan kepada 100 kepala keluarga pengungsi Suriah.
Ketiga, bantuan menembus kamp-kamp pengungsi Palestina yang berada di Jaresh, Yordania. Meski awalnya sempat kesulitan mengurus perizinan, namun akhirnya bantuan kemanusiaan bisa didistribusikan kepada para pengungsi untuk 100 kepala keluarga.
Para pengungsi mendapatkan bantuan berupa satu ekor domba untuk disembelih, 500 bungkus roti gandum, 50 paket sembako berupa beras, gula, teh, mi instan, kacang-kacangan, dan minyak goreng. Tak hanya sembako, para pengungsi juga mendapatkan keperluan bayi yaitu popok bayi, susu balita, biskuit, susu kotak, dan cokelat.
Eko membeberkan, suhu dingin yang terkadang mencapai nol derajat celcius juga banyak mempengaruhi kinerja para relawan dalam mendistribusikan bantuan.
[wid]
BERITA TERKAIT: