Ini adalah kali pertama Man Hee-lee menyambangi IndoneÂsia, yang merupakan tur perÂdamaian dunia-nya yang ke-26 kali mengunjungi 74 negara sejak 2014 lalu.
Man tiba di Jakarta Sabtu siang dan disambut dengan meriah oleh para relawan perdamaian. Direktur Departemen PendidiÂkan HWPL Rebecca Woo menÂjelaskan, dalam tur perdamaian ini, Man bertemu dengan para kepala negara, pakar hukum inÂternasional, tokoh agama, tokoh wanita dan pemuda, serta warÂtawan untuk bertukar pandangan mengenai gagasan HWPL bagi perdamaian.
"HWPL telah memulai tur perÂdamaian guna mempromosikan kerja sama penerapan hukum internasional untuk penghentian perang dan perdamaian dunia juga aliansi perdamaian agama, yang merupakan solusi nyata unÂtuk perdamaian berkelanjutan," jelas Rebecca.
HWPL berdiri sejak 2013 lalu merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berada di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB dan bekÂerja sama dengan Departemen InÂformasi Publik (DPI) PBB, yang mendorong kemitraan bagi pemÂbangunan perdamaian melalui pengenalan hukum internasional bagi perdamaian, kerukunan antarumat beragama, pendidikan perdamaian dan jurnalistik.
Lembaga ini menggunakan pendekatan melalui pendidikan dan diplomasi sipil, membangun hubungan dengan negara dan organisasi lain untuk memaÂjukan budaya perdamaian dan penghentian perang; memperkuat hak asasi manusia; dan menÂdorong dialog dan kerja sama antaragama.
"Juga bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik melalui implementasi tuÂjuan pembangunan berkelanjuÂtan," tambahnya.
Sabtu kemarin (27/1), Man menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Jejaring Perdamaian Pemuda dan Konferensi PerdaÂmaian HWPL dengan Himpunan Advokat atau Pengacara IndoneÂsia (HAPI).
Dalam kesempatan itu, Man yang didampingi Direktur ProÂgram
International Peace Youth Group (IPYG) Taeho Kang dan pimpinan Direktur
International Women's Peace Group (IWPG) Hyunsook Yoon.
Man menyatakan sangat terÂtarik dengan Indonesia yang memiliki keberagaman budaya serta agama.
"Tak banyak negara yang memiliki keberagaman sepÂerti bangsa Indonesia. Maka dari itu sudah sepatutnya generasi muda sebagai generasi penerus, harus menjaga dan menciptakan kerukunan beragama serta menÂjadi pelopor bagi mewujudkan perdamian dunia di masa yang akan datang," ujar Man saat menyampaikan sambutan dalam Konferensi Jejaring Perdamaian Pemuda di Jakarta, Sabtu sore.
Man juga akan hadir dalam konÂferensi tokoh agama di Gedung DPR dan memberikan sambutan yang isinya meminta para tokoh agama untuk memimpin dalam kegiatan-kegiatan perdamaian.
Man Hee Lee adalah seorang Veteran Perang Korea sebagai tentara pasukan khusus dan kini menjadi aktivis perdamaian dunia. ***
BERITA TERKAIT: