Ketua HWPL Sambangi Indonesia

Tur Perdamaian Dunia

Senin, 29 Januari 2018, 08:34 WIB
Ketua HWPL Sambangi Indonesia
Man Hee-lee/Net
rmol news logo Ketua "Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light" (HWPL) Man Hee-lee akan mengadakan kunjungan perdamaian empat hari di Indonesia mulai Sabtu (27/1) hingga besok.

 Ini adalah kali pertama Man Hee-lee menyambangi Indone­sia, yang merupakan tur per­damaian dunia-nya yang ke-26 kali mengunjungi 74 negara sejak 2014 lalu.

Man tiba di Jakarta Sabtu siang dan disambut dengan meriah oleh para relawan perdamaian. Direktur Departemen Pendidi­kan HWPL Rebecca Woo men­jelaskan, dalam tur perdamaian ini, Man bertemu dengan para kepala negara, pakar hukum in­ternasional, tokoh agama, tokoh wanita dan pemuda, serta war­tawan untuk bertukar pandangan mengenai gagasan HWPL bagi perdamaian.

"HWPL telah memulai tur per­damaian guna mempromosikan kerja sama penerapan hukum internasional untuk penghentian perang dan perdamaian dunia juga aliansi perdamaian agama, yang merupakan solusi nyata un­tuk perdamaian berkelanjutan," jelas Rebecca.

HWPL berdiri sejak 2013 lalu merupakan sebuah lembaga swadaya masyarakat yang berada di bawah Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) PBB dan bek­erja sama dengan Departemen In­formasi Publik (DPI) PBB, yang mendorong kemitraan bagi pem­bangunan perdamaian melalui pengenalan hukum internasional bagi perdamaian, kerukunan antarumat beragama, pendidikan perdamaian dan jurnalistik.

Lembaga ini menggunakan pendekatan melalui pendidikan dan diplomasi sipil, membangun hubungan dengan negara dan organisasi lain untuk mema­jukan budaya perdamaian dan penghentian perang; memperkuat hak asasi manusia; dan men­dorong dialog dan kerja sama antaragama.

"Juga bekerja sama untuk menciptakan dunia yang lebih baik melalui implementasi tu­juan pembangunan berkelanju­tan," tambahnya.

Sabtu kemarin (27/1), Man menjadi pembicara kunci dalam Konferensi Jejaring Perdamaian Pemuda dan Konferensi Perda­maian HWPL dengan Himpunan Advokat atau Pengacara Indone­sia (HAPI).

Dalam kesempatan itu, Man yang didampingi Direktur Pro­gram International Peace Youth Group (IPYG) Taeho Kang dan pimpinan Direktur International Women's Peace Group (IWPG) Hyunsook Yoon.

Man menyatakan sangat ter­tarik dengan Indonesia yang memiliki keberagaman budaya serta agama.

"Tak banyak negara yang memiliki keberagaman sep­erti bangsa Indonesia. Maka dari itu sudah sepatutnya generasi muda sebagai generasi penerus, harus menjaga dan menciptakan kerukunan beragama serta men­jadi pelopor bagi mewujudkan perdamian dunia di masa yang akan datang," ujar Man saat menyampaikan sambutan dalam Konferensi Jejaring Perdamaian Pemuda di Jakarta, Sabtu sore.

Man juga akan hadir dalam kon­ferensi tokoh agama di Gedung DPR dan memberikan sambutan yang isinya meminta para tokoh agama untuk memimpin dalam kegiatan-kegiatan perdamaian.

Man Hee Lee adalah seorang Veteran Perang Korea sebagai tentara pasukan khusus dan kini menjadi aktivis perdamaian dunia. ***

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA