"Lebih dari yang saya pikirkan sebelumnya, (Kim Jong Un) sebetulnya cukup pintar," ujar Condoleezza Rice dalam perbincangan dengan wartawan David Axelrod dalam program "The Axe Files" CNN, Sabtu malam.
Rice bertugas sebagai Menlu di era Presiden George W. Bush yang pada akir 2002 menyebut Korea Utara bersama Irak dan Iran sebagai Poros Setan.
"Pendekatan (Kim Jong Un) ke Korea Selatan pintar, keputusan (Kim Jong Un) menghadiri Olimpiade (di Pyeongchang) pintar," kata dia lagi merujuk pada pertemuan Korea Utara dan Korea Selatan untuk meredakan ketegangan di Semenanjung.
"Saya rasa dia lebih terisolasi daripada ayahnya. Mungkin sudah jelas lebih gegabah. Saya kadang-kadang penasaran juga apakah dia benar-benar percaya ketika mengatakan: saya dapat menghancurkan Amerika Serikat. Karena, siapa yang mengatakan kepadanya tentang sesuatu yang dia tidak ingin dengar kelihatannya terbunuh," masih kata Rice.
Rice juga membahas twit Presiden AS Donald Trump tengan ancaman nuklir dari Pyongyang, termasuk twit yang membandingkan tombol nuklir yang dimilikinya dengan yang dimiliki Kim Jong Un.
"Saya bukan penggemar kebijakan yang disampaikan lewat twit. Saya bukan penggemar, tetapi saya juga merasa itu tidak seharusnya, analisa yang disampaikan dalam kolom yang berukuran beberapa inchi," sambungnya.
Nuklir adalah masalah yang sangat serius, kata Rice lagi. Menurutnya masyarakat bisa salah paham bila Presiden Trump menyampaikan pendapat yang salah melalui twit, seolah-olah akan terjadi perang nuklir antara AS dan Korea Utara.
[dem]
BERITA TERKAIT: