Keputusan Presiden Guatemala Bersebrangan Dengan Tahta Suci

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 26 Desember 2017, 07:47 WIB
Keputusan Presiden Guatemala Bersebrangan Dengan Tahta Suci
Yerusalem/Net
rmol news logo Keputusan Presiden Guatemala Jimmy Morales yang akan mengikuti jejak Amerika Serikat memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem menuai tentangan dari Palestina.

Menteri Luar Negeri Palestina Riyad al Malki dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa tindakan Guatemala itu sebagai tindakan ilegal yang mengabaikan kecaman dunia internasional atas klaim Yerusalem oleh Donald Trump.

"Pengumuman ini tindakan yang memalukan dan tidak bijaksana. Ini tidak menghormati dan justru mengabaikan posisi aliansi internasional," ujarnya seperti diberitakan AFP, Selasa (26/12).

Selain itu, al Malki menyebut bahwa Guatemala juga mengabaikan solidaritas umat Katolik. Ini lantaran dalam pesan Natal yang disampaikan Paus Fransiskus. Dalam pesan itu, Tahta Suci meminta umat Katolik diminta untuk menahan diri dalam kasus ini dan menyerukan adanya perdamaian di tanah suci tiga agama tersebut.

"Tapi, Presiden Morales memilih untuk bertindak melawan hak dan status mereka di Tanah Suci pada malam Natal. Ini tidak masuk akal," tutupnya. [ian]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA