Hasil investigasi menemukan bahwa paket yang semua diduga bom itu bukanlah upaya terorisme melainkan upaya untuk memeras perusahaan pelayaran, DHL.
Paket itu dikirimkan ke sebuah apotek di dekat sebuah pasar di Potsdam.
Polisi melakukan ledakan yang terkendali di perangkat, yang penuh dengan bahan peledak namun tidak memiliki detonator.
Setelah memindai kode QR pada paket tersebut, polisi menemukan bahwa para pengirim paket menuntut jutaan euro untuk tidak meledakkan bom yang sebenarnya tidak bisa meledak tersebut.
"Kabar baiknya adalah bahwa kita dapat mengatakan, dengan segala kemungkinan, bahwa paket itu tidak ditujukan untuk pasar Natal," kata Menteri Dalam Negeri Brandenburg Karl-Heinz Schröter seperti dimuat
BBC awal pekan ini.
Polisi mengatakan paket serupa dikirim ke pedagang online yang berbasis di Frankfurt baru-baru ini.
Jerman berada dalam peringatan teror yang meningkat, setahun setelah 12 orang tewas dalam serangan di sebuah pasar Natal di Berlin.
Pejabat telah memperingatkan warga untuk memanggil polisi jika menemukan paket yang mencurigakan. Polisi memperingatkan bahwa warga harus waspada terhadap noda, kabel yang terlihat dan alamat pengirim yang tidak dikenal atau hilang.
[mel]
BERITA TERKAIT: