Museum Vatikan, rumah bagi kapel Sistina dan karya penting lainnya yang tak terhitung jumlahnya, dan China Culture Industrial Investment Fund (CCIIF) mengumumkan inisiatif pertukaran di Roma minggu ini. Pameran simultan akan dibuka pada bulan Maret di Kota Terlarang di Beijing dan Museum Anima Mundi di Vatikan.
Vatikan sendiri mengirimkan 39 karya dari koleksi seni China untuk dipilih oleh kurator. Objek ke-40, yang belum dipilih, akan merupakan Kristen Eropa barat. Beijing menawarkan lukisan dari seniman China kontemporer Zhang Yan di antara 40 karya yang disumbangkannya. Ini adalah pertama kalinya museum Vatikan dan sebuah institusi kebudayaan China berkolaborasi.
Pemimpin gereja Katolik Roma Paus Fransiskus berupaya memperbaiki hubungan dengan Beijing
"Sering kali pertukaran budaya bisa jauh lebih mudah daripada pertukaran diplomatik yang ketat, dan itulah yang terjadi di sini," kata Greg Burke, juru bicara Vatikan.
Pada sebuah konferensi pers, Barbara Jatta, direktur museum Vatikan, mengatakan bahwa keindahan adalah kunci diplomasi seni yang dilakukan oleg Museum Vatikan.
Zhu Jiancheng, kepala CCIIF, mengatakan bahwa pertukaran tersebut melintasi perbatasan, waktu dan budaya yang bersatu.
"Ini akan memperkuat persahabatan lebih erat antara China dan Vatikan yang mendukung normalisasi hubungan diplomatik antara China dan Takhta Suci," jelasnya seperti dimuat
The Guardian.
Zhang mengatakan bahwa inisiatif tersebut mengisyaratkan komitmen kuat untuk pengembangan hubungan sipil antara China dan Vatikan.
Vatikan memiliki 20.000 keping seni dari China, termasuk perunggu, keramik, keramik dan lukisan.
[mel]
BERITA TERKAIT: