Mereka kabur dengan cara menggali lubang di dinding sel dengan ubin yang rusak dan menggunakan selimut untuk memanjat kawat berduri di dekat perbatasan Malaysia.
Namun petugas berhasil menangkap lima orang di antaranya, sedangkan 20 lainnya berhasil kabur.
"Hujan lebat membantu menutupi suara pelarian yang nyaring," kata petugas setempat seperti dimuat
BBC.
Narapidana tersebut termasuk di antara kelompok yang terdiri lebih dari 200 orang Uighur yang ditahan pada tahun 2014.
Ratusan warga Uighur Muslim telah meninggalkan wilayah asal Xinjiang dalam beberapa tahun terakhir dengan tuduhan melakukan penindasan. Tuduhan tersebut ditolak oleh China. Bagi China, mereka merupakan migran ilegal.
Dia mengatakan bahwa pos pemeriksaan telah dipasang di sepanjang perbatasan.
Banyak orang Uighur melarikan diri ke Asia Tenggara yang ingin bepergian ke Turki. Ada sebuah protes saat Thailand mengembalikan lebih dari 100 orang Uighur ke China pada bulan Juli 2015.
Awal tahun itu sebuah pengadilan di Thailand telah memutuskan bahwa sekelompok orang Uighur dapat tetap ditahan sampai kebangsaan mereka terbukti. Baik China dan Turki mengklaim mereka sebagai warganya.
Mereka yang melarikan diri pada hari Senin tidak memiliki dokumen dan kewarganegaraan mereka tidak dapat ditentukan.
[mel]
BERITA TERKAIT: