Direktur kantor komunikasi pemerintah di Qatar, Sheikh Saif bin Ahmad Al Thani, menyesalkan adanya foto tersebut. Ia menekankan bahwa penyelidikan akan dibuka untuk mengungkap siapa pembuat foto tersebut. Ia menilai bahwa hal tersebut merupakan suatu tindakan yang tidak dapat diterima.
Ia berjanji bahwa sebuah penyelidikan akan dibuka untuk menemukan identitas pihak yang berusaha memprovokasi opini publik atau untuk menyerang simbol-simbol negara.
Pada saat yang sama, dia menyesalkan publikasi berita palsu dan gambar palsu oleh beberapa agensi dan jejaring sosial baru-baru ini meningkat.
Pejabat Qatar mencatat bahwa kunjungan Raja Mohammed VI ke Qatar telah berhasil di semua tingkat dan telah berkontribusi pada pendalaman dan perkembangan hubungan persaudaraan antara kedua negara.
Pada dini hari Selasa lalu, ribuan pengguna media sosial mulai memajang gambar palsu Raja Mohammed dimana dia memegang spanduk bertuliskan "Anda memiliki dunia, kami memiliki Tamim (Emir Qatar)."
Beberapa jam kemudian, seorang anggota kabinet kerajaan menolak bahwa Raja Maroko telah berfoto seperti itu dan foto tersebut adalah palsu.
[mel]
BERITA TERKAIT: