Pengambilalihan Kekuasaan Zimbabwe Tak Ubahnya Kudeta

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 16 November 2017, 08:12 WIB
Pengambilalihan Kekuasaan Zimbabwe Tak Ubahnya Kudeta
Pimpinan militer Zimbabwe/Net
rmol news logo Pengambilalihan kekuasaan dan penahanan Presiden Zimbabwe, Robert Mugabe tampak seperti sebuah kudeta.

Begitu kesimpulan dari pimpinan kelompok regional Uni Afrika, Alpha Conde. Ia menekankan bahwa Uni Afrika menuntut agar negara tersebut segera kembali ke tatanan konstitusional.

Conde, yang juga merupakan presiden Guinea, mengatakan bahwa tentara Zimbabwe telah berusaha untuk mengambil alih kekuasaan. Karena itulah, Uni Afrika memiliki perhatian serius pada situasi tersebut dan mengulangi dukungan penuhnya terhadap institusi hukum negara tersebut.

Pihak militer Zimbabwe sendiri membantah telah melakukan kudeta dan menekankan bahwa langkah itu diambil untuk menindak penjahat yang ada di sekeliling Mugabe. Sementara Mugabe sendiri aman.

Langkah mereka mengikuti perebutan kekuasaan mengenai siapa yang mungkin menggantikan Mugabe.
Wakil presidennya, Emmerson Mnangagwa dipecat pekan lalu. Langkah tersebut membuat istri Mugabe, Grace, sebagai calon penggantinya. Hal itu memuat pejabat tinggi militer merasa dikesampingkan.

Mugabe sendiri yang saat ini berusia 93 tahun telah mendominasi panggung politik negara tersebut sejak memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1980. Demikian seperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA