Menurut investigasi yang dilakukan oleh kepolisian Texas, pelaku yakni Devin Kelley menjalani perawatan kesehatan mental karena ia bisa memiliki gangguan kejiwaan yang bisa menyebabkan bahaya pada dirinya dan orang lain.
Hal itu terdeteksi setelah Kelley diadili atas kasus menyerang mantan istrinya dan anak tirinya selama bertugas di Angkata Udara Amerika Serikat lima tahun lalu. Ia bahkan pernah mencoba melakukan ancaman pembunuhan terhadap rantai komando militernya.
Selain itu, seperti dimuat
BBC, Kelley juga pernah ditangkap menyelinap senjata api ke Pangkalan Angkatan Udara Holloman.
Rekam jejak masalah kesehatan mental seperti itu seharusnya menghalanginya unuk memiliki senjata api.
Namun diduga akibat kontrol senjata api yang renggang menyebabkan ia bisa memiliki senjata api dan melakukan serangan di gereja di Texas di mana 26 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Ia pun tewas dalam pelariannya tak lama setelah melakukan aksi tersebut.
Hingga saat ini pihak berwenang di Texas masih berupaya mendalami motif di balik aksinya tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: