Fakta tersebut ditemukan oleh pihak berwenang dalam investigasinya baru-baru ini.
"Ada situasi domestik yang sedang berlangsung," kata Freeman Martin, seorang juru bicara untuk departemen keamanan publik Texas pada sebuah konferensi pers awal pekan ini di dekat lokasi penembakan di Sutherland Springs.
Martin mengatakan pria bersenjata tersebut bernama Devin Kelley. Ia sebelumnya pernaj mengirim teks yang mengancam ibu mertuanya. Ia pun diketahui pernah menghadiri gereja First Baptist di masa lalu namun tidak ada di hari Minggu. Gereja itu merupakan lokasi penyerangan brutal yang dilakukannya.
"Dia mengungkapkan kemarahannya pada ibu mertuanya," kata Martin.
"Ini bukan motivasi rasial, itu bukan karena kepercayaan agama," sambungnya seperti dimuat
The Guardian.
Martin mengatakan bahwa tersangka menelepon ayahnya setelah ditembak bahwa dia telah ditembak dan tidak berpikir dia akan berhasil.
[mel]
BERITA TERKAIT: