Dinilai Ekstrimis, 260 Pendemo Anti-Putin Diamankan Di Rusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 06 November 2017, 08:51 WIB
Dinilai Ekstrimis, 260 Pendemo Anti-Putin Diamankan Di Rusia
Penangkapan di Moskow/BBC
rmol news logo Setidaknya 260 orang ditangkap saat melakukan aksi demonstrasi menentang Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow akhir pekan kemarin.

Para pengunjuk rasa tersebut diyakini terkait dengan gerakan Artileri Politisi Vyacheslav Maltsev. Gerakan itu dinyatakan sebagai ekstremis dan dilarang di Rusia.

Maltsev mengatakan sebuah revolusi sudah dekat dan tahun lalu dalam sebuah debat saat ia mencalonkan diri untuk merebut kursi parlemen, ia meminta Putin dipecat. Saat ini ia dilaporkan tinggal di luar negeri setelah sebuah pengadilan di Moskow mengeluarkan surat perintah penangkapan untuknya atas seruannya untuk tindakan ekstremis untuk menggulingkan pemerintah.

Dikabarkan BBC, polisi dan pemantau independen mengatakan bahwa pendukung kelompok oposisi radikal berkumpul di samping Kremlin di pusat kota Moskow. Beberapa pemrotes di Moskow dilaporkan membawa pisau dan pistol peluru karet peluru.

Sebagian besar penangkapan dilakukan di ibukota Rusia namun orang-orang juga ditahan di lima kota lainnya.

Banyak dari mereka yang ditangkap dilaporkan berusia dua puluhan dan beberapanya dilepas tanpa tuduhan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA