Pelaku merupakan seorang imigran asal Uzbekistan bernama Sayfullo Saipov. Pria 29 tahun tersebut diduga memberikan dukungan material dan sumber daya untuk kelompok militan ISIS. Dalam penyelidikan terungkap bahwa ia melakukan serangan tersebut karena terinspirasi dengan ISIS.
Pihak berwenang berhasi; memulihkan 90 video propaganda ISIS yang berisi adegan kekerasan di telepon genggamnya. Sayfullo juga mengaku bahwa ia juga terinsiprasi dengan ISIS terutama setelah pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi menanyakan apa yang Muslim lakukan untuk membalas kematian di Irak melalui video propagandanya.
Ia ditembak di lokasi kejadian oleh polisi dan segera dilarikan ke rumah sakit.
Sayfullo Saipov sendiri, seperti dimuat
BBC, tinggal di Tampa, Florida, sebelum pindah ke Paterson, New Jersey. Ia tiba di Amerika dari Uzbekistan pada tahun 2010 dan telah menjadi penduduk resmi negara tersebut.
Pihak Uber menegaskan bahwa ia tercatat sebagai salah satu sopir yang bekerja untuk mereka.
CBS News mengutip sumber intelijen yang mengatakan bahwa ia diketahui oleh pihak berwenang Amerika Serikat setelah namanya dikaitkan dengan subyek penyelidikan kontra-terorisme FBI pada tahun 2015.
Sumber tersebut mengatakan bahwa ia memiliki kontak dengan individu yang dianggap radikal ekstremis, setidaknya salah satunya adalah orang Uzbek. Tidak jelas apakah mereka yang diselidiki ada di Amerika Serikat atau di luar negeri.
Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev mengatakan kepada Presiden Trump bahwa negaranya siap untuk menggunakan semua kekuatan dan sumber daya untuk membantu menyelidiki serangan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: