Insiden itu terjadi ketika seorang sopir truk tiba-tiba saja membelokkan truk yang dibawanya ke kerumunan orang yang berada di jalur sepeda. Komisaris New York Police Department (NYPD) James O'Neill menjelaskan bahwa truk tersebut kemudian menyeret dejumlah pejalan kaki dan pesepeda di lokasi serta menabrak bus sekolah sebelum akhirnya berhenti.
Setelah melakukan aksi tersebut, sang sopir turun dan membawa dua senjata api sambil mengatakan bahwa "konsisten dengan serangan teror". Ia pun segera ditembak oleh polisi yang berada di lokasi dan mengenai bagian perut. Polisi segera mengamankan sebuah pistol paintball dan pistol pelet dari tangan pelaku dan mengamankannya.
Setelah diselidiki, pelaku diketahui menyewa truk dari pengecer Home Depot. Ia merupakan pria berusia 29 tahun bernama Sayfullo Saipov dan merupakan seorang imigran yang datang ke AS pada tahun 2010 dan menetap di Florida.
Walikota New York Bill de Blasio mengatakan bahwa insiden itu adalah tindakan pengecut yang ditujukan kepada warga sipil yang tidak bersalah.
"Kami tahu bahwa tindakan ini dimaksudkan untuk menghancurkan semangat kita, tapi kita juga tahu bahwa orang-orang New York kuat, orang-orang New York tangguh dan semangat kita tidak akan pernah tergerak oleh tindakan kekerasan dan tindakan yang dimaksudkan untuk mengintimidasi kita," tegasnya seperti dimuat
BBC.
"Orang-orang yang meninggal dan terluka baru saja pergi berhari-hari, pulang kerja atau sekolah atau menikmati sinar matahari di sepeda mereka," jelasnya.
"Ini adalah tragedi yang sangat besar bagi banyak orang, bagi banyak keluarga di New York dan di luar hari ini," tutupnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: