
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia siap untuk merilis semua berkas pembunuhan John F. Kennedy, namun mengklarifikasi bahwa dokumentasi nama dan alamat orang-orang yang masih hidup tidak akan dipublikasikan.
Ribuan dokumen yang sebelumnya tidak terlihat mengenai kematian Presiden Kennedy yang ditembak mati saat mengunjungi Dallas, Texas pada tahun 1963 telah dirilis pekan lalu. Dokumen-dokumen tersebut dirilis secara online berdasarkan Undang-Undang Koleksi Rekaman Pembunuhan John F. Kennedy tahun 1992, yang menetapkan bahwa Arsip Nasional AS harus menerbitkan informasi pembunuhan yang ditahan dalam jangka waktu 25 tahun.
Namun beberapa catatan tetap dikunci dengan aman karena kekhawatiran bahwa mereka dapat mengancam keamanan nasional.
Dikabarkan
Russia Today, setelah berkonsultasi dengan intelijen AS, Trump mengatakan pada akhir pekan kemarin bahwa ia siap untuk melihat "semua" arsip arsip JFK yang dikeluarkan di ranah publik. Namun, dia mengatakan tidak akan melepaskan nama orang yang masih tinggal yang disebutkan dalam dokumen tersebut.
Gedung Putih sendiri pekan lalu mengeluarkan pernyataan bahwa sejumlah dokumen yang belum dipublikasikan terkait dengan pembunuhan JFK aban dirilis pada 26 April 2018 mendatang.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: