Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez menyebut bahwa serangan semacam itu tidak ada dan merupakan bentuk manipulasi politik yang dilakukan Amerika Serikat dengan tujuan untuk merusak hubungan bilateral.
Tuduhan tersebut, jelasnya, telah menyebabkan kemerosotan serius dalam hubungan antara kedua pemerintah dan kedua negara.
"Ini tidak dapat diterima dan tidak bermoral, dari sudut pandang pemerintah Kuba, agar orang-orang dirugikan oleh perbedaan antara pemerintah," tambahnya saat berbicara di Washington pada pertemuan warga Kuba yang tinggal di AS akhir pekan kemarin.
Dikabarkan
BBC, Amerika Serikat sendiri menuduh bahwa puluhan stafnya yang bekerja di kedutaan Amerika Serikat di Havana mengalami gangguan ringan hingga berat seperti pusing dan gangguan pendengaran. Hal itu diduga karena Kuba meletakkan suatu alat di dekat kedutaan yang memancarkan suara tak terdengar namun dapat merusak pendengaran.
Namun demikian belum ada bukti yang pernah dipaparkan mengenai serangan tersebut. Amerika Serikat sendiri menarik puluhan stafnya dari Kuba dan mengusir 15 diplomat kuba dari Amerika Serikat.
Pemerintah Amerika Serikat juga menunda pemrosesan visa di Kuba tanpa batas waktu.
[mel]
BERITA TERKAIT: