Menurut data kelompok analisis keamanan yang berbasis di Amerika Serikat Soufan Center, sedikitnya 5.600 orang dari 33 negara meninggalkan wilayah yang dipegang ISIS pada periode tersebut, dengan jumlah yang meningkat saat kelompok tersebut mulai menderita kerugian teritorial.
Angka tersebut didapatkan berdasarkan catatan pemerintah resmi, dan termasuk perempuan dan anak-anak.
Lebih dari 40.000 orang asing dari 100 negara bergabung dengan ISIS sesudah kelompok tersebut mengumumkan pembentukan "kekhalifahan" pada tahun 2014 setelah merebut petak-petak besar di Suriah dan Irak .
Ribuan orang telah terbunuh di medan perang saat pasukan Suriah dan Irak merebut benteng-benteng besar dan pusat-pusat kota, sehingga ISIS hanya mengendalikan segudang tanah di sepanjang sungai Efrat di perbatasan Suriah dan Irak.
Ibukota yang diproklamirkan ISIS di Suriah, Raqqa, jatuh ke Pasukan Demokratik yang didukung oleh AS awal bulan ini. Pada bulan Juni, pasukan Irak mengusir pejuang kelompok tersebut dari Mosul, kota terbesar kedua di Irak. Demikian seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: