Dengan demikian, ini adalah kali kelima status darurat di Turki diperpanjang sejak kudeta gagal pertengahan tahun 2016 lalu.
Wakil Perdana Menteri Bekir Bozdagawal pekan ini mengatakan bahwa keadaan darurat diperpanjang untuk periode tiga bulan berturut-turut agar pemerintah dapat terus maju dalam perjuangan melawan organisasi teror.
Dikabarkan
Press TV, pengumuman tersebut muncul setelah sebuah pertemuan kabinet di Ankara.
Bozdag mengatakan tindakan tersebut, kendati telah memicu kritik besar baik di dalam maupun di luar Turki, akan menjamin demokrasi, peraturan hukum dan hak dan kebebasan warga negara terjamin.
Sebagai bagian dari keadaan darurat, Turki telah menahan lebih dari 50.000 orang karena dicurigai memiliki hubungan dengan Fethulleah Gulen, ulama yang berbasis di AS yang telah dipersalahkan oleh Ankara sebagai dalang upaya kudeta 15 Juli 2016.
Gulen membantah terlibat dalam usaha kudeta tersebut dan mengatakan tindakan keras tersebut merupakan bagian dari rencana yang lebih besar untuk memberangus perbedaan pendapat.
[mel]
BERITA TERKAIT: