Di antara jasad yang berhasil diidentifikasi adalah Maryam Abdullahi, seorang mahasiswi kedokteran di Mogadishu.
Nahas, ia tewas satu hari sebelum hari wisudanya.
Sang ayah semestinya terbang ke Mogadishu untuk menghadiri wisudanya. Namun ia justru datang untuk menyaksikan pemakaman putrinya.
Kakak Maryam menjelaskan betapa hancurny keluarga mendengar kabar tersebut.
"Keluarga sangat terkejut, terutama ayah kami yang terbang dari London untuk menghadiri wisudanya. Namun justru menghadiri pemakamannya," jelas, Anfa'a.
Ia mengatakan bahwa ia berkomunikasi dengan Maryam sekitar 20 menit sebelum terjadinya ledakan bom truk tersebut.
"Pada saat itu ia berada di Rumah Sakit Banadir di mana ia bekerja. Ia mengatakan kepada saya bahwa ia menunggu sejumlah file dari rumah sakit dan berjanji untuk menelepoku kembali," sambungnya seperti dimuat BBC.
Namun Maryam tak kunjung menelpon hingga ada kabar soal ledakan tersebut dan Maryam menjadi satu di antara ratusan korban tewas.
Hingga saat ini masih belum ada kelompok militan manapun yang mengklaim serangan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: