Serangan yang menewaskan dua wanita tersebut diklaim ISIS dilakukan oleh salah satu "tentara"nya. Pelaku serangan itu sendiri telah ditembak mati oleh otoritas keamanan Perancis di lokasi.
Menteri Dalam Negeri Perancis Gerard Collomb mengatakan bahwa polisi memiliki rekaman video soal serangan tersebut di mana pelaku menikam wanita pertama dan kemudian kabur lalu kembali lagi untuk menikam wanita kedua.
Serangan itu sendiri masih dalam penyelidikan dan dianggap sebagai serangan terorisme.
Dikabarkan
Associated Press, media yang berafiliasi dengan ISIS, Aamaq, mengklaim bahwa serangan itu menargetkan negara-negara yang bergabung dengan Amerika Serikat dalam sebuah koalisi melawan ISIS di Irak dan Suriah.
Namun demikian, pernyataan tersebut tidak merilis detail atau bukti apapun dengan serangan yang terjadi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: