
Diperkirakan ada sekitar 700 warga negara Perancis yang saat ini tinggal di wilayah yang dikuasai kelompok militan ISIS di Irak dan Suriah. Ironinya, sekitar 500 di antaranya adalah anak-anak, sebagian dari mereka lahir di situ.
Begitu keterangan dari seorang pejabat kantor Presiden Perancis anonim seperti dimuat
Press TV akhir pekan ini.
Secara toral, sekitar dua ribu warga Perancis telah pergi ke dua negara tersebut. Sekitar 200 hingga 300 orang terbunuh di sana.
Bulan lalu, Menteri Dalam Negeri Prancis Gerard Collomb mengatakan bahwa 271 milisi ISIS telah kembali ke negara Eropa dari zona perang di Irak dan Suriah dan semuanya telah diselidiki oleh jaksa penuntut umum.
Dia juga memperingatkan bahwa ancaman serangan militan itu "sangat tinggi" di Prancis.
Prancis sendiri telah mengalami serangkaian serangan teroris dalam beberapa tahun terakhir. Hingga saat ini, kondisi di Perancis masih dalam keadaan darurat yang awalnya diberlakukan pada bulan November 2015.
Perancis juga merupakan anggota koalisi pimpinan AS yang telah melakukan serangan udara terhadap ISIS di Irak dan Suriah sejak tahun 2014 lalu.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: