Ketidakpuasan itu sebagaimana terungkap dalam jajak pendapat uang diterbitkan surat kabar Le Journal du Dimanche. Dalam survei tersebut, sebanyak lebih dari separuh responden menyatakan tidak puas dengan Macron. Tercatat, sebanyak 57 persen warga tidak puan dan hanya 40 persen yang mengaku puas.
Harian tersebut menjabarkan bahwa tingkat popularitas Macron mengalami tren menurun karena sejumlah faktor, seperti isu reformasi ketenagakerjaan, menegangnya hubungan pemerintah dengan militer, dan pemotongan bantuan terhadap perumahan.
Selain itu, gaya bersolek presiden berusia 39 tahun itu juga memperkuat tren penurunan popularitas. Dalam kasus ini, Macron diduga menghabiskan dana hingga 30 ribu dolar AS hanya untuk merawat tubuhnya agar tetap awat muda. Salah satunya dengan menyewa jasa penata rias pribadi.
Namun demikian, kabar tersebut sudah dibantah oleh pihak istana,
"Dana itu sudah termasuk untuk berbagai layanan, seperti konferensi pers dan perjalanan luar negeri," jelas seorang staf presiden kepada
CNN, Minggu (27/8).
[ian]
BERITA TERKAIT: