"Seperti semua yang ada di depan saya, saya akan mengambil peran publik saya," katanya kepada majalah mingguan Elle baru-baru ini.
Ini adalah kali pertama Brigitte yang berusia 64 tahun itu berbicara secara khusus dalam wawancara pasca terpilihnya suaminya Mei lalu.
Pasca terpilih, Macron berencana untuk membuat status resmi dan pekerjaan untuk istrinya sebagai ibu negara. Namun rencananya itu mendapat penolakan dari warga perancis yang menyatukan suara melalui petisi online.
Alih-alih menciptakan posisi First Lady atau Ibu Negara yang resmi di mana akan dibutuhkan perubahan dalam undang-undang atau konstitusi, Macron justru kemudian memutuskan untuk mengeluarkan "piagam transparansi" yang akan menjelaskan dana dan staf yang ditujukan untuk kegiatan Brigitte.
"Kami akan mengeposkan rapat dan komitmen saya di situs kepresidenan, sehingga orang Prancis tahu persis apa yang sedang saya lakukan," kata Brigitte.
"Yang penting adalah jelas," tambahnya seperti dimuat
Channel News Asia.
[mel]
BERITA TERKAIT: