Dikabarkan
BBC merujuk pada kabar dari kantor berita setempat, tentara India melemparkan batu saat tentara China mencoba memasuki wilayah India di dekat Danau Pangong. Akibatnya, ada korban luka ringan di kedua sisinya. Pihak India mengklaim bahwa dalam konfrontasi tersebut, tentara India bahkan harus membentuk rantai manusia untuk mencegah pergerakan pasukan China.
Sebuah pernyataan resmi dari kementerian luar negeri India mengatakan bahwa tidak ada Garis Pengatur Aktual (LAC) yang umum digambarkan di daerah perbatasan antara India dan China. Ditambahkan bahwa perbedaan persepsi LAC telah menyebabkan situasi di lapangan yang bisa dihindari jika ada konsensus mengenai garis perbatasan.
Namun Menteri Luar Negeri China dalam keterangan resmi yang dikeluarkan mengklaim bahwa tentara mereka tetap berada di wilayah China. Sebaliknya, China justru menilai bahwa India harus segera dan tanpa syarat menarik semua personil dan peralatan dari tanah China.
Pertengkaran terbaru terjadi bahkan saat kedua tentara tersebut terus bertahan dua bulan di timur, dekat sebuah dataran tinggi yang dikenal sebagai Doklam di India dan Donglang di China.
Sejak konfrontasi dimulai pada bulan Juni, masing-masing pihak telah memperkuat pasukannya dan meminta yang lain untuk mundur.
Kedua negara melakukan perang di perbatasan pada tahun 1962 dan perselisihan masih belum terselesaikan di beberapa daerah, yang menyebabkan ketegangan meningkat dari waktu ke waktu.
[mel]
BERITA TERKAIT: