Menurut juru bicara Komisi Eropa Daniel Rosario, seperti dikabarkan
BBC, negara-negara Uni Eropa yang telah menerima telur tersebut adalah Inggris, Swedia, Austria, Irlandia, Italia, Luksemburg, Polandia, Rumania, Slovenia, Slowakia dan Denmark. Swiss dan Hong Kong juga terpengaruh.
Kelima belas negara tersebut telah menerima telur yang terkontaminasi dengan insektisida fipronil, zat yang digunakan untuk membunuh kutu dan kutu pada hewan yang dilarang oleh Uni Eropa untuk digunakan dalam industri makanan.
Diperkirakan bahwa zat tersebut digunakan untuk memerangi kutu di beberapa peternakan ayam. Sehingga memperngaruhi telur ayam petelur.
Insektisida dapat merusak ginjal, kelenjar hati dan kelenjar tiroid jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.
Sebagian telur yang terkontaminasi berasal dari Belanda. Pasca skandal tersebut, sejumlah peternakan di Belanda, Belgia, Jerman dan Prancis ditutup setelah pihak berwenang mengkonfirmasi bahwa fipronil telah digunakan.
[mel]
BERITA TERKAIT: