Kegeraman mereka merujuk pada momen di mana Maduro menyajikan sebuah versi
Despacito yang diubah sebagian liriknya pada akhir pekan kemarin.
Lagu yang diubah tersebut dibuat untuk mempromosikan rencananya untuk majelis warga baru yang kontroversial, yang akan dipilih pada hari Minggu pekan ini untuk menulis ulang konstitusi.
Pada saat itu, Maduro terlihat bertepuk tangan di samping remix, saat para pendengarnya berdansa.
"Panggilan kami ke Majelis Konstituante hanya berusaha menyatukan negara ... Despacito!" begitu kita-kira bagian yang diubah dari lirik
Despacito.
Mengetahui hal tersebut, sang penyanyi, Luis Fonsi menanggapi dengan marah melalui media sosial
"Saya tidak memberi kuasa penggunaan atau perubahan lirik Despacito untuk kepentingan politik, dan apalagi di tengah situasi menyedihkan yang dialami oleh Venezuela, sebuah Negara yang sangat saya cintai," kata Fonsi.
"Musik saya adalah untuk semua orang yang ingin mendengarkannya dan menikmatinya, tidak digunakan sebagai propaganda yang mencoba memanipulasi kehendak orang-orang yang menangis karena kebebasan mereka," tambahnya seperti dimuat
BBC.
Sementara sang rapper, Daddy Yankee, memajang gambar Maduro dengan sebuah salib merah besar di atasnya di akun Instagram miliknya.
"Anda secara tidak pantas dengan menggunakan lagu (Despacito). Tidak dibandingkan dengan kejahatan yang anda lakukan di Venezuela," tulisnya.
"Rezim diktator Anda adalah lelucon, tidak hanya bagi saudara Venezuela saya, tapi juga bagi seluruh dunia," tambahnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: