Pemungutan suara untuk menentukan sekitar 545 Anggota Majelis yang akan bertugas menulis ulang konstitusi itu dinilai oposisi hanyalah akal-akalan Presiden Nicholas Maduro untuk melanggengkan kekuasaanya.
Mereka yang dipilih bukan berasal dari anggota politik, melainkan dari sektor sosial yang dianggap setia terhadap Maduro.
Sebagai bentuk penentangan, oposisi juga akan melakukan aksi unjuk rasa besar-besaran di jalanan ibukota pada hari Rabu, Kamis dan Jumat pekan ini.
Menanggapi hal itu, Maduro mendesak oposisi untuk menahan diri dari kekerasan, menghormati pemungutan suara dan membiarkan mereka yang ingin memberikan suara melakukan hal itu.
"Saya menuntut semua pemimpin oposisi ini," jelas Maduro seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: