“Ini merupakan penistaan terhadap penghargaan perdamaian,†kata Jurubicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang, seperti dikutip Voanews, Jumat (15/7).
Geng menilai penghargaan kepada Liu telah bertentangan dengan tujuan penghargaaan Nobel.
Xiaobo merupakan pejuang HAM China. Ia meninggal di usia 61 tahun pada Kamis (13/7) akibat kanker hati.
Kematiannya mengundang kontroversi. Pasalnya, peraih Nobel Perdamaian ini telah hidup selama delapan tahun terakhir di penjara dan meninggal di sebuah rumah sakit di Shenyang, China. Xiaobo dipindahkan dari penjara ke rumah sakit itu pada saat penyakit yang dideritanya sudah mencapai stadium lanjut.
Sementara itu, Ketua Komisi Nobel Norwegia, Berit Reiss-Anderssen mengatakan bahwa pemerintah China bertanggung jawab atas kematian Xiaobo.
"Sangat mengecewakan bahwa Liu Xiaobo tidak dipindahkan ke fasilitas yang memungkinkannya mendapat perawatan medis yang memadai sebelum ia menderita sakit parah," tuturnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: