Tulisan tangan Mao itu terjual di lelang dengan harga 910.000 dolar AS atau lebih dari 12 miliar rupiah.
Catatan itu dibuat oleh Mao pada tahun 1975 dan ditujukkan pada seorang profesor yang direkrut Mao untuk membacakan tulisan kepada Mao yang mengalami gangguan pandangan sehingga sulit membaca.
Profesor itu adalah Di Lu. Pada saat itu, Mao juga memiliki masalah dalam mengartikulasikan bahasa, sehingga ia meminta Mao untuk menuliskan apa yang ia pikirkkan di catatan untuk mempermudah komunikasi.
Tulisan itu dibuat satu tahun sebelum Mao meninggal dunia karena masalah kesehatan.
Rumah lelang dan kolektor menilai bahwa tuisan itu merupakan hal yang sangat langka, selain karena dibuat oleh Mao, juga karena terkait dengan literatur klasik China. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: