Insiden penembakan massal tersebut jarang terjadi di Thailand. Akibat serangan tersebut, delapan orang tewas dan tiga orang terluka di provinsi selatan Krabi, yang merupakan tujuan pantai yang populer.
Polisi setempat menjelaskan bahwa orang-orang bersenjata itu menyerbu rumah tersebut pada hari Senin dan menahan sandera penduduk sebelum menembak mereka.
Polisi mengatakan mereka percaya motif itu semacam sengketa pribadi.
"Mereka ditemukan pagi ini, delapan orang meninggal, tiga terluka, semuanya ditemukan di rumah tersebut," kata Manat In-prom, seorang petugas di kantor polisi Ao Luk di provinsi tersebut.
"Kami percaya ada lima atau enam penjahat," tambahnya seperti dimuat
Reuters.
Thailand memiliki tingkat kepemilikan senjata yang tinggi dan banyak orang membawa senjata untuk perlindungan diri mereka namun penembakan massa semacam itu sangat jarang terjadi.
Menurut Kementerian Dalam Negeri, ada 6,1 juta senjata api terdaftar di negara berpenduduk 67 juta orang. Tapi ada juga banyak senjata tak terdaftar yang beredar.
Menurut data 2016 dari Universitas Washington, Thailand memiliki tingkat kematian terkait senjata tertinggi yang dilaporkan dari 10 negara di Asia, sekitar 50 persen lebih tinggi dari Filipina, yang berada di urutan kedua dalam daftar.
[mel]
BERITA TERKAIT: