Insiden itu terjadi pada Sabtu malam lalu. Pada saat itu, Ashok Kumar pulang ke rumah dan bertengkar dengan istrinya, Rupesh Singh yang merupakan seorang perwira polisi senior di kota Ghaziabad dekat ibukota Delhi.
"Pak (Kumar) biasa minum setiap hari Pada hari Sabtu, dia pulang ke rumah mabuk dan mulai berdebat dengan istrinya, dia kesal dengan kebiasaan minumnya dan ingin membicarakannya, tapi dia juga ingin makan malam," kata juru bicara polisi setempat.
"Dia frustrasi dengan penundaan makan malam dan menembaknya," tambahnya seperti dimuat BBC.
Akibatnya, sang istri terluka dan dilarikan ke rumah sakit. Namun ia meninggal tak lama setelah penembakan karena luka tembak di bagian kepalanya.
Kumar telah mengakui kejahatannya dan sekarang menyesali perbuatannya.
Kekerasan dalam rumah tangga adalah kejahatan kekerasan yang paling banyak dilaporkan terhadap wanita di India setiap tahun selama lebih dari satu dekade terakhir.
Pada tahun 2015, sebuah insiden kekerasan dalam rumah tangga dilaporkan setiap empat menit di bawah definisi hukum kematian mas kawin, pelecehan terhadap kejahatan terkait mas kawin, kekejaman suami atau kerabatnya dan kekerasan dalam rumah tangga.
Menurut sebuah survei keluarga yang dilakukan oleh pemerintah, lebih dari 54 persen pria dan 51 persen wanita mengatakan tidak masalah jika pria memukuli istrinya jika dia tidak menghormati mertuanya, mengabaikan rumah atau anak-anaknya, atau bahkan hal yang sederhana, seperti kurang garam dalam masakan.
[mel]
BERITA TERKAIT: