Pengumuman ini sebagaimana disampaikan perusahaan negara Qatar Petroleum, sehari setelah Qatar menyerahkan jawaban atas daftar tuntutan negara-negara Arab pimpinan Arab Saudi yang telah memutuskan hubungan Qatar.
Presiden dan CEO Qatar Petroleum, Saad Sherida al-Kaabi, mengatakan peningkatan produksi itu didorong oleh pelipatgandaan produksi yang diperkirakan dari satu proyek gas baru di bagian selatan ladang gasnya yang luas di bawah air, North Field.
"Peningkatan itu akan memberi Qatar kapasistas untuk memproduksi 100 juta ton gas alam cair per tahun, meningkat dari 77 juta," jelasnya seperti dikutip
Voanews, Selasa (4/7).
Qatar diboikot oleh sejumlah negara teluk karena dianggap turut serta dalam mensponsori keberadaan Islam radikal yang menjadi cikal bakal terorisme.
[ian]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: