Dengan hampir tiga bulan sebelum referendum kemerdekaan, imigran naturalisasi mengambil peran penting dalam kampanye tersebut baik sebagai aktivis ataupun pendukung.
Catalunya sendiri memiliki salah satu persentase imigran tertinggi di Spanyol, di bawah 14 persen penduduknya lahir di luar negeri, dan suara mereka mungkin memperoleh suara penting untuk gerakan kemerdekaan wilayah otonom tersebut.
Menyadari hal itu, Wakil Gubernur Catalunya Oriol Junqueras mengatakan bahwa Catalunya ingin menjadi masyarakat yang sangat terbuka dan terpadu.
Para pelaku kampanye bahkan mendorong para migran tanpa hak untuk memilih agar meminta teman kerja dan teman dekat mereka untuk memilih kemerdekaan dan menganjurkan kewarganegaraan Catalan untuk semua migran yang tinggal di wilayah tersebut jika meninggalkan Spanyol.
"Semua orang yang terdaftar secara resmi saat tinggal di Catalunya akan memiliki hak atas kewarganegaraan Catalan sejak hari pertama kemerdekaan," kata Ana Surra, anggota parlemen Uruguay untuk partai pro-kemerdekaan Catalan ERC seperti dimuat
Reuters.
Sementara itu Spanyol menilai bahwa referendum yang akan digelar tersebut ilegal dan tidak boleh dilakukan.
Dalam referendum awal Oktober mendatang, orang-orang non-Spanyol tidak akan dapat memberikan suara karena catalunya ingin mematuhi peraturan nasional tentang pemungutan suara untuk memberi lebih banyak legitimasi suara.
[mel]
BERITA TERKAIT: