Serangan yang mereka lakukan menewaskan tujuh orang dan melukai puluhan lainnya.
“Kami tidak akan menyelenggarakan pemakaman secara Islam untuk para pelaku dan kami mendorong teman-teman imam yang lain (melakukan hal yang sama),†tulis mereka dalam pernyataan yang dirili Imam Abdullah Hasan dari kelompok Imams Melawan Kesewenangan Domestik.
Menurutnya, biasanya pemakaman secara Islam diselenggarakan untuk umat Muslim terlepas dari perbuatan mereka.
Polisi telah merilis identitas dua dari tiga teroris itu, yakni Khuram Shazad Butt dan Rachid Redouane.
Ketiganya menabrakkan van yang mereka kendarai ke kawasan pejalan kaki di Jembatan London. Setelah itu mereka turun dan menikam beberapa orang lainnya yang berada di restoran dan pub di sekitar kejadian.
Pihak ISIS, melalui media mereka,
Amaq, menyatakan bahwa aksi itu dilakukan oleh pejuang-pejuang ISIS. Namun, seperti dikutip dari CNN, tidak ditemukan bukti dari klaim itu.
Dalam pernyataan para imam tadi ditegaskan bahwa ketiga pelaku penyerangan itu tidak mewakili Islam dan umat Muslim.
“Kami sangat terluka karena serangan teror kembali terjadi di negara kami oleh pembunuh-pembunuh yang mencari legitimasi religius untuk aksi mereka,†sambung pernyataan para imam itu.
Juga ditegaskan bahwa para penyerang tidak mendapatkan legitimasi dan simpati umat Muslim.
[dem]
BERITA TERKAIT: