Keempat negara tersebut satu suara mengatakan bahwa Qatar mendukung kelompok teroris termasuk ISIS.
Kantor berita negara Saudi SPA mengatakan Riyadh telah menutup perbatasannya, memutuskan hubungan darat, laut dan udara dengan Qatar dan sebagian besar mengisolasinya.
Disebut bahwa langkah itu adalah untuk melindungi keamanan nasional serta melindungi dari bahaya terorisme serta ekstrimisme.
Langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya ini dipandang sebagai perpecahan paling serius antara negara-negara Teluk yang kuat, yang juga merupakan sekutu dekat AS.
Langkah ini diambil dua minggu setelah empat negara yang sama memblokir situs berita Qatari. Komentar kontroversial oleh Qatari emir Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, yang tampaknya mengkritik Arab Saudi, muncul secara online.
Pemerintah di Doha menolak komentar tersebut sebagai tindakan palsu, yang menghubungkan laporan tersebut dengan cybercrime yang memalukan.
Uni Emirat Arab telah memberi para diplomat Qatar 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut. Abu Dhabi menuduh Doha mendukung, mendanai, dan merangkul terorisme, ekstremisme dan organisasi sektarian.
Bukan hanya itu, seperti dimuat
BBC, maskapai penerbangan negara UEA Etihad Airways mengatakan akan menunda semua penerbangan ke dan dari Doha dari pukul 02:45 waktu setempat pada hari Selasa
Kantor berita negara Bahrain mengatakan bahwa negara tersebut memutuskan hubungan dengan Qatar karena Doha mengguncang keamanan dan stabilitas Bahrain dan ikut campur dalam urusannya.
[mel]
BERITA TERKAIT: