Tapi dia mengatakan bahwa mungkin secara teoretis ada sekelompok warga Rusia yang telah terlibat dalam kasus peretasan.
"Pada tingkat negara, kami tidak pernah berpartisipasi dalam serangan siber, dan ini adalah hal yang penting," kata Putin dalam sebuah sesi media dengan kepala kantor berita internasional di St. Petersburg seperti dimuat
Russia Today.
Pemimpin Rusia, yang pemerintahnya telah dituduh mencampuri pemilihan AS dan Prancis dengan mengumbar data pribadi kandidat, mengatakan bahwa hacker yang berpikiran patriotik bisa jadi berada di balik serangan siber.
"Hacker adalah seniman lepas, mereka bisa terbangun suatu hari dan mulai melukis gambar, lalu membangunkan yang lain, membaca berita internasional, dan jika mereka patriotisme mulai membuat kontribusi mereka sendiri untuk melawan orang-orang yang mengatakan hal buruk tentang Rusia," sambung Putin.
Putin bahkan menggarisbawahi bahwa mungkin ada pihak lain yang sengaja melakukan serangan siber sedemikian rupa sehingga membuatnya terlihat seolah-olah Rusia adalah sumbernya.
"Saya bisa membayangkan sebuah skenario bahwa seseorang melakukan serangkaian serangan sedemikian rupa sehingga tampaknya negara asal mereka adalah Rusia," kata Putin.
"Teknologi modern memungkinkan hal ini dilakukan, dan dilakukan dengan mudah," tegasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: