Pengacaranya mengatakan bahwa pria asal Sri Lanka bernama Manodh Marks itu merasa rentan di dalam tahanan dan membutuhkan pertolongan medis.
Pengadilan Magistrat Melbourne mengatakan bahwa Marks meminta untuk menemui perawat kesehatan mental dan menaruh perhatian atas keselamatannya karena usia serta penampilannya.
Ia diamankan setelah menggangu penerbangan Malaysia Airlines MH128, dari Melbourne menuju Kuala Lumpur (Rabu, 31/5). Ia berupaya memasuki kokpit dan mengatakan bahwa dirinya memiliki bom. Akibatnya, pesawat putar balik ke Melbourne.
Pihak berwenang mengatakan bahwa Marks tidak membawa bom, melainkan hanya sebuah objek serupa speaker. Polisi pun menyatakan bahwa itu bukan insiden terorisme.
Marks, yang telah tinggal di Australia dengan visa pelajar, dituduh membahayakan keamanan pesawat terbang dan membuat ancaman atau pernyataan salah.
Polisi mengatakan bahwa Marks dibebaskan dari fasilitas kejiwaan pada hari kejadian, beberapa jam sebelum penerbangan.
[mel]
BERITA TERKAIT: