Pasokan Listrik Semakin Dipangkas, Gaza Alami Krisis Kemanusiaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 27 Mei 2017, 10:18 WIB
Pasokan Listrik Semakin Dipangkas, Gaza Alami Krisis Kemanusiaan
Listrik padam di Gaza/Al Jazeera
rmol news logo Utusan Timur Tengah PBB Nickolay Mladenov memperingatkan warga Palestina di Jalur Gaza akan menghadapi krisis kemanusiaan jika pasokan listrik mereka yang sudah sedikit, semakin dipangkas di tengah pertikaian politik.

Ia mengatakan bahwa baik Israel maupun otoritas Palestina dan gerakan Hamas yang mengatur Gaza semuanya memiliki kewajiban untuk kesejahteraan penduduk Gaza.

Otoritas Palestina diketahui telah mengatakan selama beberapa minggu bahwa pihaknya akan mengurangi pembayarannya ke Israel untuk mendapatkan listrik Gaza, dan Israel mengumumkan pekan ini bahwa akan ada pengurangan pasokan listrik, yang sudah turun menjadi sekitar empat jam sehari.

Belum ada tanggal pasti penetapan keputusan tersebut.

"Menurut Anda, berapa lama mereka bisa bertahan jika ini dikurangi menjadi dua jam listrik per hari? Siapa yang akan membayar harga kekerasan dan eskalasi berikutnya?," kata Mladenov seperti dimuat Al Jazeera.

Ia menambahkan bahwa saat ini air minum dengan tenaga listrik hanya tersedia selama beberapa jam setiap dua sampai empat hari sekali.

Rumah sakit hampir tidak berfungsi tanpa listrik, menunda operasi dan mengurangi pembersihan dan sterilisasi. Dan karena kurangnya irigasi, harga pangan melonjak tinggi.

Diketahui bahwa otoritas Palestina Presiden Mahmoud Abbas bertengkar dengan saingannya Hamas mengenai pajak bahan bakar bulan lalu, setelah pembangkit listrik yang mengandalkan Gaza untuk hampir sepertiga listrik di wilayah tersebut berhenti bekerja. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA