Microsoft: Serangan Siber Ransomware Adalah "Panggilan Untuk Bangun"

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 15 Mei 2017, 14:25 WIB
Microsoft: Serangan Siber Ransomware Adalah "Panggilan Untuk Bangun"
Ilustrasi/Net
rmol news logo Serangan siber yang telah melanda 150 negara sejak Jumat pekan lalu harus dipandang sebagai bentuk panggilan baru untuk bangun.

Begitu keterangan yang dikeluarkan raksasa IT Microsoft. Pernyataan dari presiden Microsoft dan kepala petugas hukum Brad Smith tersebut mengkritik cara pemerintah menyimpan informasi tentang kelemahan keamanan dalam sistem komputer.

"Kami telah melihat kerentanan yang tersimpan oleh CIA sehinga muncul di WikiLeaks, dan sekarang kerentanan yang dicuri dari NSA ini telah mempengaruhi pelanggan di seluruh dunia," tulisnya

Pihak Microsoft juga menyalahkan pemerintah karena menyimpan data tentang kerentanan perangkat lunak yang kemudian dapat diakses oleh peretas.

"Pemerintah dunia harus memperlakukan serangan ini sebagai panggilan untuk bangun," sambungnya.

Organisasi tersebut juga mengatakan bahwa banyak organisasi telah gagal menjaga sistem mereka tetap terbarukan sehingga virus dapat menyebar dengan mudah.

Microsoft mengatakan telah merilis sebuah update keamanan Windows pada bulan Maret untuk mengatasi masalah yang terlibat dalam serangan terakhir, namun banyak pengguna belum menjalankannya.

"Karena penjahat dunia maya menjadi lebih canggih, sama sekali tidak ada jalan bagi pelanggan untuk melindungi diri dari ancaman kecuali mereka memperbarui sistem mereka," kata Smith.

Banyak perusahaan memiliki ahli yang bekerja selama akhir pekan untuk mencegah infeksi baru. Virus tersebut mengendalikan file pengguna dan meminta pembayaran 300 dolar AS untuk memulihkan akses. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA