Tekanan diperkirakan akan muncul setelah ia menunda keputusan soal apakah akan keluar dari pakta tersebut atau tidak.
Trump, diketahui kerap mengeluarkan komentar yang menyatakan bahwa dirinya meragukan perubahan iklim dan membuat janji kampanyenya untuk membatalkan Perjanjian Paris 2015 terkait iklim.
Namun Trump memutuskan untuk mnunda penetapan soal bertahan atau keluar dari perjanjian tersebut hingga ia kembali dari Eropa akhir bulan ini.
Juru Bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa keputusannya tersebut akan memberinya lebih banyak untuk bertemu dengan penasihatnya dan memutuskan apa yang menjadi kepentingan terbaik Amerika Serikat.
Penundaan ini juga memberikan negara anggota G7 lainnya untuk mendesak Trump. Semua anggota G7 diketahui mendukung kesepakatan Paris untuk beralih dari bahan bakar fosil ke energi terbarukan pada akhir abad ini untuk membatasi pemanasan global.
"Keputusan untuk menunda pengumuman oleh Gedung Putih adalah kesempatan untuk membahas masalah ini secara rinci," kata seorang pejabat Prancis.
"G7 adalah tempat terbaik untuk itu karena ini adalah setting informal dimana membicarakan masalah multilateral adalah prioritasnya," smabungnya seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: