Vatikan mengatakan akan menunjuk seorang nugio kepausan ke Myanmar dan akan membuka kedutaan di Vatikan, secara formal membungkus sebuah kesepakatan yang disetujui oleh Myanmar pada bulan Maret.
Dikabarkan
Channel News Asia, langkah tersebut dilakukan saat pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi bertemu dengan Paus Francis dalam tur terakhir tur Eropa yang dilakukannya.
Paus Fransiskus telah berbicara di masa lalu atas nama Rohingya sementara pemenang hadiah perdamaian Nobel Suu Kyi mendapat kecaman karena tidak mengutuk penindasan kelompok minoritas oleh pasukan keamanan negaranya.
Paus Fransiskus diketahui mengecam perlakuan minoritas Rohingya pada bulan Februari, dengan mengatakan bahwa mereka disiksa dan dibunuh karena iman mereka.
Dalam sebuah pidato di lapangan Santo Petrus, dia menggambarkan Rohingya sebagai orang baik dan damai yang telah menderita selama bertahun-tahun. Ia pun mendesak umat Katolik untuk berdoa bagi saudara di Myanmar.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: