CNN mempublikasikan kisah tersebut awal pekan ini. Penerjemah FBI itu diketahui bernama Daniela Greene.
Merujuk pada catatan pengadilan federal, ia berhasil membohongi FBI tentang ke mana dia pergi dan memperingatkan suami barunya bahwa dia sedang diselidiki.
Kisah Greene, yang tidak pernah dipublikasikan sebelumnya, memperlihatkan pelanggaran keamanan nasional di FBI, sebuah agen yang telah membuat misinya membasmi simpatisan ISIS di seluruh negeri.
Menyusul kasus ini, FBI kemudian mengambil beberapa langkah di berbagai area untuk mengidentifikasi dan mengurangi kerentanan keamanan. FBI terus memperkuat tindakan perlindungan dalam melaksanakan pekerjaan vitalnya.
Namun demikian pihak FBI sendiri tidak mengidentifikasi langkah-langkah apa yang diambil dan menolak berkomentar lebih lanjut.
"Sungguh memalukan bagi FBI, tidak diragukan lagi," kata John Kirby, seorang mantan pejabat Departemen Luar Negeri. Dia mengatakan bahwa dia mencurigai masuknya Greene ke Suriah memerlukan persetujuan pemimpin ISIS teratas.
Pasalnya, jelas Kirby, sebagian besar orang luar yang mencoba masuk ke wilayah ISIS di Suriah berisiko tidak bisa keluar dengan selamat.
"Jadi agar dia bisa masuk sebagai orang Amerika, sebagai seorang wanita, sebagai pegawai FBI, dan untuk dapat tinggal bersama pemimpin ISIS yang diketahui, bahwa semuanya harus dikoordinasikan," tambahnya.
Dalam surat-surat pengadilan yang diajukan di Pengadilan Distrik AS di Washington D.C., jaksa menuntut perilaku Greene sebagai "mengerikan," layak mendapatkan "hukuman berat".
Asisten Jaksa Agung Thomas Gillice mengatakan bahwa Greene telah "melanggar kepercayaan publik, kepercayaan dari pejabat yang memberikan izin keamanannya, dan kepercayaan dari orang-orang yang dengannya dia bekerja dan, dengan berbuat demikian, membahayakan keamanan negara kita."
Pria yang dinikahi Greeni sendiri sebelumnya bukan merupakan teroris. Ia adalah Denis Cuspert, seorang rapper asal Jerman yang kemudian memilih untuk bergabung dengan ISIS.
ia kini merupakan salah satu orang paling berpengaruh di ISIS karena berperan sebagai perekrut online bagi jihadis yang keras.
Di Jerman, Cuspert dikenal dengan nama panggung Deso Dogg. Di Suriah, dia dikenal sebagai Abu Talha al-Almani. Dia memuji Osama bin Laden dalam sebuah lagu, mengancam mantan Presiden Barack Obama dengan isyarat pemotongan tenggorokan dan muncul dalam video propaganda, termasuk satu di mana dia memegang kepala manusia yang baru saja terputus.
[mel]
BERITA TERKAIT: