Badan baru tandingan Majelis Nasional yang sudah ada tersebut akan terdiri dari warga biasa dan akan menghindari Majelis Nasional yang dikuasai oposisi.
Maduro mengklaim bahwa badan baru tersebut akan bisa meredakan krisis politik yang saat ini terjadi di Venezuela dengan cara menghalangi lawan yang mengancam.
Untuk diketahui bahwa Majelis Nasional dikuasai oleh oposisi yang meminta Maduro untuk mengundurkan diri karena negara tersebut mengalami kesulitan ekonomi yang parah.
Oposisi juga menggerakkan massa untuk turun ke jalan sejak awal April lalu sebagai bentuk protes terhadap Maduro. Unjuk rasa yang terjadi tak jarang diwarnai kekerasan hingga berujung kematian sejumlah orang.
Pemimpin oposisi, Henrique Capriles, mengatakan majelis semacam itu akan menjadi kecurangan konstitusional.
Sedangkan Julio Borges, presiden Majelis Nasional negara tersebut, mengatakan bahwa usaha untuk membentuk majelis konstituen baru adalah upaya untuk menghancurkan hak Venezuela untuk memilih dan satu langkah lagi menuju sebuah kudeta politik.
[mel]
BERITA TERKAIT: