Dalam panggilan telepon itu, kedua pemimpin negara membahas soal perang kontroversial Duterte terhadap obat-obatan terlarang yang menyebabkan lebih dari 7.000 orang meninggal dalam kurun waktu kurang dari 12 bulan.
Selain itu, keduanya juga membahas soal situasi di kawasan semenanjung Korea di mana tensi tengah meningkat.
Dalam kesempatan yang sama, trump sekaligus mengundang Duterte untuk datang ke Gedung Putih.
Kendati belum ada tanggal resmi kunjungan, namun menurut keterangan yang dirilis Gedung Putih, kunjungan tersebut akan menjadi kesempatan untuk membahas pentingnya aliansi Amerika Serikat-Filipina, yang sekarang menuju arah yang sangat positif.
Diketahui bahwa hubungan antara Filipina dan Amerika Serikat memburuk di masa pemerintahan Barack Obama. Sebuah pertemuan antara Duterte dan Obama bahkan dibatalkan tahun lalu setelah dia memanggil presiden AS tersebut sebagai "anak seorang pelacur".
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: