Macron: Frexit Bisa Terjadi Bila Uni Eropa Tidak Berbenah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 01 Mei 2017, 13:36 WIB
Macron: <i>Frexit</i> Bisa Terjadi Bila Uni Eropa Tidak Berbenah
Emmanuel Macron/Net
rmol news logo Calon Presiden Perancis Emmanuela Macron menilai bahwa Uni Eropa harus merformasi diri bila tidak ingin menghadapi potensi "Frexit".

Frexit yang dimaksud adalah langkah serupa Inggris yang melakukan referendum untuk hengkang dari Uni Eropa yang lebih dikenal dengan istilah "Brexit" atau British Exit.

"Saya seorang pro-Eropa, saya terus-menerus membela pemilihan ide Eropa dan kebijakan Eropa ini karena saya yakin ini sangat penting bagi orang Prancis dan menggantikan negara kita dalam globalisasi," kata Macron di hadapan para pendukungnya awal pekan ini.

"Tapi pada saat bersamaan kita harus menghadapi situasi ini, untuk mendengarkan orang-orang kita, dan untuk mendengarkan fakta bahwa mereka sangat marah hari ini, tidak sabar dan disfungsi Uni Eropa tidak lagi berkelanjutan," sambungnya.

Karena itulah, sambungnya, Uni Eropa perlu melakukan reformasi internal. Karena bila ia membirkan Uni Eropa terus berjalan seperti saat ini maka hal tersebut merupakan suatu bentuk pengkhianatan.

"Dan saya tidak ingin melakukannya," katanya.

"Karena lusa, kita akan memiliki Frexit," tambahnya seperti dimuat BBC. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA