Dalam salah satu publikasi di situs tersebut tertanggal 5 April 2017, dijelaskan secara rinci soal sejarah dari 114 kamar yang ada di resor tersebut.
Disebutkan bahwa resor tersebut telah dikenal sejak presiden sering bepergian ke sana untuk bekerja atau menjadi tuan rumah bagi para pemimpin asing.
Diketahui bahwa memang Trump telah menyambut kedatangan Presiden China Xi Jinping dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di resor tersebut.
Politisi senior Demokrat Nancy Pelosi mempertanyakan perihal publikasi semacam itu di situs pemerintah.
"Mengapa Departemen Luar Negeri Presiden Trump mempromosikan private klub milik Presiden?" tulis Pelosi di akun Twitternya.
Hal senada diungkapkan oleh senator Demokrat asal Oregon Sen Wyden.
"Ya, saya penasaran mengapa pembayar pajak mempromosikan private klub Presiden?" tulisnya di akun twitternya seperti dimuat
BBC.
Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat Mark Toner mengatakan bahwa pihaknya tidak menyadari soal publikasi itu sebelum adanya kritik bermunculan.
[mel]
BERITA TERKAIT: