Demikianlah temuan penÂgawas senjata kimia global atau Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (
Prohibition of ChemiÂcal Weapons/OPCW). Menurut Ketua OPCW Ahmet Uzumcu, sampel dari 10 korban serangan 4 April di Khan Sheikhun yang diperiksa di empat laboratorium "menunjukkan paparan sarin atau zat serupa sarin."
"Hasil analisa dari empat laboÂraturium yang ditunjuk OPCW menunjukkan adanya paparan gas sarin atau bahan mirip sarin. Kami akan merilis analisa lebih lanjut, namun hasil tersebut tak bisa terbantahkan," jelas UzumÂcu kepada delegasi untuk dewan eksekutif OPCW, Rabu (19/4), di kantor pusatnya di Den Haag.
Misi pencari fakta yang dibenÂtuk OPCW siap untuk dikirim ke kota tersebut "jika situasi keamanan memungkinkan", katanya, menambahkan, tim itu terus melakukan wawancara dan mengumpulkan sampel
Selain itu, dinas intelijen PranÂcis akan memberikan bukti dalam beberapa hari mendatang bahwa pasukan Presiden Suriah Bashar al-Assad menggunakan senjata kimia pada serangan di Ibdlib.
"Ada penyelidikan yang sedang dilakukan dinas intelijen Prancis dan intelijen militer. Ini adalah pertanyaan dalam beberapa hari dan kami akan memberikan bukti bahwa rezim Suriah melakukan serangan ini," kata Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault.
"Kami memiliki elemen yang memungkinkan kami menunÂjukkan bahwa rezim tersebut dengan sengaja menggunakan senjata kimia," imbuhnya.
Sedikitnya 89 orang, termasuk 33 anak-anak dan 18 wanita, tewas dalam serangan yang diduÂga menggunakan gas sarin di kota Khan Sheikhun. Angka-angka itu berasal dari otoritas kesehatan oposisi yang menguasai Idlib. Namun pemerintah Suriah memÂbantah menggunakan gas saraf.
Serangan ini membuat AS melancarkan serangan rudal ke sebuah pangkalan udara Suriah. Pangkalan udara itu diyakini meÂnyimpan senjata kimia. Sedikitnya enam orang dilaporkan tewas.
Gas sarin sendiri merupakan senyawa kimia yang dikategorikan sebagai agen saraf. Zat itu bekerja dengan menyerang sistem saraf manusia. Korban yang terpapar gas mematikan ini akan mengalami gelaja kesulitan bernafas dan menÂgeluarkan busa dari mulutnya.
Efek tersebut sesuai dengan yang dialami korban di Suriah. Dalam beberapa video menyayat hati yang beredar di media soÂsial, warga hingga anak-anak terlihat kesulitan bernapas, menÂgeluarkan busa dari mulutnya dan mata berair.
Ada dugaan jika serangan gas beracun tersebut dilancarkan oleh pemerintahan Bashar al-Assad. Namun, rezim Suriah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya hanya rekaÂyasa semata. ***
BERITA TERKAIT: