Begitu kesimpulan yang diambil oleh editor dari Nonpoliferation Review yang berbasis di Washington akhir pekan ini.
Kesimpulan itu dibuat setelah melihat parade militer Korea Utara yang digerlar di Pyongyang pada hari ini (Sabtu, 15/4).
Dalam parade ini, ribuan tentara turun ke jalanan ibukota hingga berpusat di Kim Il Sung Square.
Dalam parade, dibawa serta sejumlah alutsista yang dimiliki oleh Korea Utara, di antaranya yang menarik perhatian adalah dua jenis rudal baru antar-benua (ICBM) dan lapal selam rudal balistik Pukkuksong (SLBM) untuk pertama kalinya.
Pollack menilai bahwa apa yang dipamerkan oleh Korea Utara hari ini menunjukkan bahwa Korea Utara sungguh-sungguh dengan komitmen mengembangkan militernya.
"Ini menunjukkan komitmen untuk program ini," kata Pollack.
"SLBM tampaknya seperti deklarasi niat untuk memajukan program," tambahnya.
Sementara itu, menurut peneliti senior dari Middlebury Institute di Monterey California, Melissa Hanham, seperti dimuat
Reuters, menilai bahwa Korea Utara saat ini tengah bekerja menuju konsep baru ICBM.
"Namun, Korea Utara memiliki kebiasaan memamerkan konsep baru dalam parade sebelum mereka menguji atau meluncurkan," kata Hanham.
"Hal ini masih hari-hari awal untuk desain rudal ini," sambungnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: